JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem
pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek
kesehatan. Pendidikan jasmani merupakan alat untuk mencapai pendidikan
jasmani dan olah raga di sekolah sebelum mendapatkan format yang tepat,
karena selalu menyesuaikan perubahan kurikulum. Pada kurikulum KBK
(Kurikulum Bebasis Kompetensi) diharapkan dapat menggali potensi yang
ada untuk dikembangkan, belum bisa dilihat hasilnya dari kurikulum KBK.
Ada bentuk kurikulum baru yang disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan) yang sekarang sedang dilaksanakan.
Proses pembelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan di
sekolah dasar mengutamakan kesehatan mental dan kesegaran jasmani, untuk
mencari calon atlet harus benar-benar sesuai dengan cabangnya.
Keadaan siswa SD Negeri .... pada dasarnya senang terhadap pembelajaran
pendidikan jasmani dan olah raga, terutama pada cabang permainan. Pada
cabang atletik, anak kurang menyenangi dengan alasan tidak menyenangkan.
Karena pembelajaran atletik di SD Negeri .... kurang mendapat tanggapan
yang positif dari para siswa, maka prestasi pada cabang atletik khusus
pada nomor lompat jauh belum bisa optimal. Hal ini bisa terjadi karena
beberapa faktor penyebab yaitu: (1) Terbatasnya kemampuan guru
pendidikan jasmani, (2) Terbatasnya alat bantu dalam proses pembelajaran
pendidikan jasmani.
Terbatasnya kemampuan guru pendidikan jasmani di SD akan berakibat pada
proses pembelajaran yang kurang berhasil. Karena guru kurang mampu dalam
melaksanakan profesinya secara profesional, dan kurang berhasil dalam
mengajar dan mendidik siswa secara sistematik. Karena dalam pembelajaran
pendidikan jasmani diberikan gerakan yang sistematik untuk
mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa secara menyeluruh baik
fisik, mental, maupun intelektual.
Gaya yang dipakai guru dalam mengajar praktek pendidikan jasmani juga
monoton, yaitu hanya menggunakan satu gaya mengajar. Sehingga situasi
pembelajaran yang dirasakan oleh siswa terasa membosankan. Dan juga
metode praktik ditekankan pada latihan-latihan berdasarkan perintah yang
ditentukan oleh guru. Latihan-latihan tersebut tidak dilakukan sesuai
inisiatif dari siswa itu sendiri. Dalam hal ini guru cenderung
menggunakan pendekatan pembelajaran yang mengarah pada prestasi.
Sehingga dalam prosesnya berbeda dari pembelajaran penjas itu sendiri,
yaitu tujuan utama bukan proses dalam peraturan, ukuran lapangan, maupun
alat. Proses pembelajaran seperti ini akan membuat siswa kurang senang
untuk melaksanakannya, bahkan merasa bosan dan yang lebih fatal siswa
merasa frustasi untuk melaksanakan tugas dari guru.
Pembelajaran di SD Negeri .... siswa kelas V tersebut mengalami
kesulitan dalam melakukan tehnik lompat jauh gaya jongkok. Sebagian
besar siswa baru menguasai cara melompat. Mereka belum mampu melakukan
gerakan secara keseluruhan terbukti dari hasil evaluasi, dari siswa
kelas V yang berjumlah 15 anak yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 5
siswa perempuan, baru 5 siswa (33,3%) yang dapat melakukan teknik
lompat jauh gaya jongkok dan sisanya masih 10 siswa (66,7%) yang masih
belum menguasai teknik lompat jauh gaya jongkok.
Dengan keadaan seperti ini tentu dibutuhkan penggunaan alat bantu
pembelajaran sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajaran
pendidikan jasmani. Guru harus mempunyai kemampuan untuk memodifikasi
keterampilan yang hendak diajarkan dengan harapan sesuai dengan tingkat
kemampuan dan perkembangan siswa. Dalam hal ini guru harus kreatif,
inovatif dalam menciptakan proses pembelajaran bagi siswa. Sehingga akan
tercipta pembelajaran yang aktif bagi siswa dan menyenangkan tanpa
meninggalkan tujuan pembelajaran itu sendiri.
Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang dapat digunakan dalam hal
ini adalah pendekatan pembelajaran dengan menggunakan alat bantu berupa
bok kardus dan gawang aman, yaitu suatu pendekatan pembelajaran untuk
membantu siswa untuk mempelajari keterampilan dasar dalam mempelajari
teknik dasar lompat jauh.
Model pembelajaran dengan pendekatan alat bantu dirancang dengan teliti
agar bisa mengembangkan belajar siswa dan dilakukan dengan baik dan
dapat dipelajari langkah demi langkah. Alat bantu berupa bok kardus dan
gawang aman dalam pelaksanaan pembelajaran diharapkan membuat siswa
lebih mudah menerima materi ajar, dan dapat mengubah suasana menjadi
lebih rileks dan menyenangkan bahkan siswa saling berlomba memakai dan
melewati alat bantu tersebut. Hal ini akan membantu meningkatkan
motivasi siswa terhadap materi lompat jauh gaya jongkok.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka permasalahan
yang menjadi pokok penelitian adalah “Bagaimanakah penggunaan alat bantu
dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa
kelas V SD Negeri .... Tahun Pelajaran 2015/2016?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh
gaya jongkok melalui penggunaan alat bantu pada siswa kelas V SD Negeri
.... Tahun Ajaran 2015/2016.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi Guru
a. Meningkatkan kreatifitas guru dalam membuat dan mengembangkan alat bantu pembelajaran.
b. Bahan masukan bagi guru dalam memilih alternatif pembelajaran.
c. Meningkatkan kualitas guru secara profesional dalam pengembangan alat bantu.
2. Bagi Siswa
a. Motivasi siswa untuk aktif dan antusias dalam mengikuti
pembelajaran Penjaskes, sehingga tercipta pembelajaran yang
menyenangkan.
b. Meningkatkan minat dan kemampuan lompat jauh gaya jongkok serta mendukung prestasi.
3. Bagi Sekolah
a. Sebagai pedoman dan pengetahuan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
b. Sebagai data inventaris siswa yang berprestasi dalam cabang atletik