Minggu, 07 Mei 2017

PTK PENJAS KELAS 4 SD

PTK PENJAS KELAS 4 SD

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia, hasil yang diharapkan itu akan dapat di capai dalam waktu cukup lama. Download ptk penjaskes sd doc Oleh karena itu, pendidikan jasmani dan olahraga terus ditingkatkan dan dilakukan dengan kesabaran dan keikhlasan. Pendidikan jasmani dan olahraga merupakan salah satu jenis mata pelajaran yang diberikan pada siswa dasar. Tujuan pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah sebagai berikut.
Membantu siswa untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatannya melalui pengenalan dan penanaman sikap positip, serta kemampuan gerak siswa dan berbagai aktivitas jasmani agar dapat :
1. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan jasmani khususnya tinggi dan berat badan secara harmonis.
2. Terbentuknya sikap dan perilaku seperti; displin, kejujuran, kerjasama serta mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku. Contoh Proposal penjaskes pdf
3. Menyenangi aktivitas jasmani yang dapat di pakai untuk mengisi waktu luang serta kebiasaan hidup sehat.
4. Tersalurnya hasrat untuk bergerak dan tercapainya gerakan yang benar.
5. Meningkatkan kesehatan, kesegaran jasmani, dan ketrampilan gerak dasar.
Berdasarkan tujuan pendidikan tersebut, terlihat bahwa bagi peserta didik untuk tingkat sekolah dasar, penekannya adalah penguasaan gerak-gerak dasar yang dimiliki oleh manusia, seperti penguasaan tubuh, koordinansi dan lain sebagainya. Hal ini tentu diperlukan suatu tindakan yang mendukung terciptanya pembelajaran yang kondusif.
Permainan menjadi ciri khas dan bagian integral dari kebutuhan hidup manusia, sebab dalam permainan terkandung unsur-unsur gerak yang sangat berperan dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa, sehingga apabila permainan yang dilakukan oleh siswa itu terarah dan dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip latihan maka diperkirakan akan member perubahan yang positif terhadap perkembangan kemampuan gerak dasar siswa. Salah satu ciri permainan yang disenangi oleh peserta didik pada usia sekolah dasar adalah permainan yang beregu yang beraneka ragam. Download Proposal penjaskes bola voli sd Dari jumlah jenis permainan beregu salah satu yang sangat digemari peserta didik usia sekolah dasar adalah permainan bola besar yaitu permainan bola voli, permainan sepakbola, permainan bola basket.
Bedasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran permainan Bola Voli di sekolah penulis, untuk dapat mengetahui kekurangan proses pembelajaran secara rinci, penulis menginstropeksi terhadap pembelajaran dengan merefleksi diri, dan terdapat beberapa alasan dan kendala yang terjadi di dalam proses pembelajaran bola besar pada permainan bola voli bagi siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................  diantaranya:
1. Penerapan metode yang belum tepat.
2. Belum tercapainya KKM.
3. Alat yang digunakan kurang memadai .
4. Siswa takut dengan permainan bola besar khususnya siswa putri. Contoh ptk penjas sd word
5. Adanya data yang diperoleh dari siswa berjumlah 34 siswa belum mencapai KKM 75 sebanyak 23 siswa sama dengan 66,67 %.
6. Lapangan yang tersedia di SDI ....... III menggunakan lapangan cor yang sudah mulai rusak sehingga anak-anak takut apabila jatuh.
7. Kondisi fisik pada siswa kelas IV khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan bola besar menjadi menurun.
Tujuan-tujuan pendidikan tersebut adalah pengembangan seluruh potensi yang dimiliki siswa baik yang melibatkan aspek-aspek kognitif, afektif, psikomotor, maupun sosial dan KKM bisa tercapai. Contoh ptk penjas kelas 4 sd Permainan bola voli merupakan salah satu aktivitas fisik yang berada dalam kelompok aktivitas permainan dan olahraga. Kompetensi yang diharapkan tercapai oleh pembelajaran permainan bola voli di sekolah dasar, secara spesifik diwujudkan dalam bentuk indikator keberhasilan belajar sebagai berikut:
1. Melambungkan dan menangkap bola sambil bergerak.
2. Melempar dan menangkap bola sambil bergerak.
3. Memantul-mantulkan bola sambil bergerak.
4. Memvoli bola dengan satu dan dua tangan.
5. Melambungkan/memvoli bola dengan kontrol yang baik.
6. Melakukan passing (atas,bawah) dengan kontrol yang baik.
7. Melakukan servis bawah dengan kontrol yang baik.
8. Mengembangkan kerjasama tim dalam permainan. Download ptk penjaskes sd doc
9. Melakukan permainan bola voli dengan peraturan yang dimodifikasi.
Sehubungan dengan masalah itu terutama Passing, anak peserta didik perlu diajarkan macam-macam passing dan alasan dalam latar belakang masalah ini maka judul penelitian yang akan penulis ambil dengan judul sebagai berikut: Meningkatkan Hasil Belajar Pasing Bola Voli Melalui Pendekatan Bermain Beregu Pada Siswa Kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................ 
Dengan dilaksanakannya Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan pembelajaran Bola Voli melalui pendekatan bermain beregu yang lebih efektif, maka pembelajaran akan lebih menyenangkan, menarik, lebih rileks dan bisa menciptakan suasana kondusif tanpa menghilangkan inti dari pembelajaran bola voli yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada di kurikulum. Contoh ptk penjas kelas 4 sd
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan bermain secara beregu dalam permainan bola voli dapat meningkatkan passing pada siswa IV SDI ............ III ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan meningkatkan hasil belajar pasing bola voli melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................  tahun pelajaran 2015/2016.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitihan ini sebagai informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam usaha untuk mengetahui dan meningkatkan hasil belajar pasing bola voli melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................  tahun pelajaran 2015/2016. Download ptk penjaskes sd doc
1.5 Sumber Pemecahan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mencoba mencari sumber pemecahan masalah dalam penelitian ini, dengan metode pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat perkembangan siswa, yaitu meningkatkan hasil belajar pasing bola voli melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................  tahun pelajaran 2015/2016. Download Proposal penjaskes bola voli sd

 

CONTOH PTK PENJAS SD KELAS IV BOLA VOLI

CONTOH PTK PENJAS SD KELAS IV BOLA VOLI

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 

 

 

CONTOH PTK PENJAS SD KELAS IV BOLA VOLI-Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang kurang tepat serta sarana yang kurang memadai dalam proses pembelajaran bola voli sehingga hasil belajar siswa tidak optimal. Rumusan masalah tersebut bagaimana peningkatan hasil belajar passing bola voli melalui pendekatan bermian beregu pada siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................ tahun pelajaran 2015/2016. Contoh ptk penjas sd word Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bola voli melalui pendekatan bermain beregu untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan hasil tes unjuk kerja , sikap siswa serta perilaku siswa yang lebih baik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Objek penelitian melalui pendekatan bermain beregu sedangkan subjeknya adalah siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................  Pengambilan data dalam penelitian ini dirancang dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data diperoleh dari hasil tes unjuk kerja yang ditampilkan siswa pada saat pelaksanaan tes.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 dan siklus 2, baik dari peningkatan nilai rata-rata pembelajaran passing bola voli maupun nilai ketuntasan hasil belajar. Contoh ptk penjas kelas 4 sd Nilai rata-rata siklus 1 (75,33%) dan rata-rata siklus 2 (81,19%), sehingga peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 5,86%. Peningkatan kemampuan gerak pada pembelajaran bola voli passing bola voli dapat dilihat dari nilai KKM (75,00) atau tuntas sebesar 83,33% setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 nilai belajar siswa yang tuntas sebanyak 21 dari 34 siswa (62,50%) dan pada siklus 2 yang tuntas sebanyak 28 dari 34 siswa keseluruhan atau tuntas sebesar 83,33%.
Kesimpulan peneliti ini adalah menunjukkan bahwa meningkatakan hasil belajar passing bola voli melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas IV SDI ........ III kecamatan ............. kabupaten ................  tahun Pelajaran 2015/2016 termasuk kategori baik. Saran penelitian ini untuk guru-guru penjas di kecamatan ,,,,,,,,, memenuhi permasalahan yang sama bisa menggunakan metode ini sebagai alternatif buat pembelajaran bola voli.
Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas PENJASKES SD yang diberi judul MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN BEREGU PADA  SISWA KELAS IV SDI .......... III  KECAMATAN ........ KABUPATEN ........ TAHUN PELAJARAN 2015/2016". Disini akan di bahas lengkap.

 

Senin, 01 Mei 2017

Contoh PTK Penjaskes

Contoh PTK Penjaskes

 JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK


HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 
 
Lagi. Saya kali ini mencoba untuk membagi kembali contoh Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Kali ini mata pelajaran yang ingin saya bagi adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) untuk SMP [karena saya mengajar di SMP jadi banyak mata pelajaran SMP yang saya bagikan].
Sekali lagi saya menekankan bahwa PTK ataupun juga perangkat pemebelajaran lain hanyalah sebagai contoh perbandingan bukan sebagai bahan untuk salin dan tempel [copy-paste]. Selain itu juga saya mohon maaf atas segala kekurangan contoh-contoh yang saya bagikan karena memang ini hanya akan jadi bahan perbandingan.
Baiklah, berikut PTK untuk mata pelajaran Penjaskes SMP.

PTK Penjasorkes SMP Kelas 8

 
JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 
 
 
A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga.

Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.

Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.

Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan / olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur kerjasama, dan lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia.

Namun kenyataan di lapangan dalam masa transisi perubahan kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 yang semula pendidikan jasmani dan kesehatan dengan alokasi waktu 2 jam per minggu @ 40 menit, sekarang Pendidikan Jasmani dengan alokasi waktu 3 jam per minggu @ 40 menit, masih banyak kendala dalam menerapkan kurikulum tersebut. Hal ini disebabkan karena belum adanya sosialisasi secara menyeluruh di jajaran pendidikan sehingga masih banyak perbedaan penafsiran tentang pendidikan jasmani utamanya dalam pembagian waktu jam pelajaran.

Adanya ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani dalam kurikulum 2004 untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA MA sebenarnya sangat membantu pengajar pendidikan jasmani dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan siswa. Adapun ruang lingkup pendidikan jasmani meliputi aspek permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, uji diri / senam, aktivitas ritmik, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas.

Sesuai dengan karakteristik siswa SMP, usia 12 – 16 tahun kebanyakan dari mereka cenderung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif, disamping harus memahami dan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa. Pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Perubahan yang paling mencolok adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis.

Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai dengan pedoman, maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum, maka guru pendidikan jasmani harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan penelitian dengan judul Upaya Meningkatkan Kesegaran Jasmani melalui Pendekatan Bermain dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 3 Kisaran Tahun Pelajaran 2007/2008.
B. Identifikasi Masalah  PTK Penjasorkes SMP Kelas 8
Dengan adanya kurikulum berbasis kompetensi yang merupakan pedoman bagi guru dan merupakan bahan kegiatan dalam pembelajaran, maka siswa perlu mempelajari dan melaksanakan untuk mencapai kompetensi yang sudah dirumuskan. Untuk mencapai standar kompetensi tersebut bukanlah yang mudah. Adapun permasalahan-permasalahan yang muncul dilapangan adalah sebagai berikut:
  1. Banyak dikalangan pendidikan yang belum memahami tentang perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olah Raga.
  2. Kurangnya pemahaman dari siswa tentang maksud dan tujuan pendidikan jasmani sehingga pada proses pembelajaran belum semua antusias untuk beraktivitas jasmani.
  3. Kurangnya pemahaman tentang arti pentingnya tubuh bugar dan sehat, sehingga mereka mengikuti pendidikan jasmani hanya sekedar ikut dan memperoleh nilai.
C. Batasan Masalah
Penelitian ini memiliki beberapa batasan yang perlu dikembangkan agar substansi penelitian ini tidak melebar dan agar dapat kesepahaman penafsiran tentang substansi yang ada dalam penelitian ini. Batasan-batasan masalah tersebut adalah sebagaimana berikut ini:
  • Penelitian ini hanya menitikberatkan pada model pembelajaran dengan pendekatan bermain untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswa.
  • Penelitian ini menerapkan model pembelajaran dengan pendekatan bermain pada pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan tingkat kesegaran jasmani siswa.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Apakah pembelajaran pendidikan jasmani dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain tingkat kesegaran jasmani siswa dapat meningkat?
  2. Seberapa besar peningkatan tingkat kesegaran jasmani siswa setelah mengikuti model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
E. Tujuan Pendidikan
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah :
  1. Mengetahui perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa yang diajar dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
  2. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa yang diajar dengan model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
F. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak yaitu :
1. Guru
Untuk meningkatkan kualitas mengajar dan mencoba menerapkan model pembelajaran sebagai inovasi baru dalam proses pembelajaran
2. Siswa
Dengan banyaknya model pembelajaran mereka mendapatkan banyak variasi dalam pembelajaran. Selain itu siswa dapat belajar sambil bermain
3. Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan sekolah untuk mengembangkan model pembelajaran.
 

PTK Penjas Atletik Lompat Loncat Kenaikan Pangkat

PTK Penjas Atletik Lompat Loncat Kenaikan Pangkat

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 

.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani merupakan salah satu pelajaran yang ada di dalam kurikulum pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memberikan perhatian pada aktivitas pengembangan jasmani manusia. Walaupun pengembangan utamanya adalah jasmani, namun tetap berorientasi pada pendidikan, pengembangan jasmani bukan merupakan tujuan akan tetapi alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan jasmani membentuk manusia seutuhnya, baik lahir maupun batin. Segi lahir atau jasmani meliputi pertumbuhan dan perkembangan fisik, kesehatan dan rehabilitasi. Pertumbuhan dan perkembangan fisik akan lebih cepat melalui perkembangan jasmani. Dari segi kesehatan pendidikan jasmani membentuk siswa agar mempunyai gaya hidup berolahraga, sehinga menjadi perilaku hidup sehat, sedangkan rehabilitasi, dalam hal ini maksudnya perbaikan sikap tubuh, misalnya sikap jalan yang kurang baik, sikap duduk yang salah dan sebagainya, hal ini dapat dibenahi sebelum menjadi sikap yang permanen. Segi batin atau rohani yang dapat dibentuk melalui Pendidikan Jasmani meliputi kejujuran, disiplin, percaya diri, kerjasama dan menghilangkan egoisme.
Pendidikan jasmani di sekolah meliputi pembelajaran permainan, atletik, senam, aktivitas luar sekolah dan budaya hidup sehat. Pembelajaran yang ada unsur permainan seperti permainan bola besar maupun bola kecil, siswa sangat antusias dan bersemangat dalam mengikutinya, hal ini merupakan modal utama yang sangat penting dalam pembelajaran, karena dengan antusias atau rasa senang tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Keadaan sebaliknya apabila siswa kurang suka dalam mengikuti pembelajaran maka tujuan pembelajaran akan sulit tercapai, karena ketidaksukaan ini menyebabkan siswa menjadi malas dalam beraktivitas.
Cabang atletik merupakan salah satu materi pembelajaran yang kurang disukai siswa, padahal atletik merupakan induk dari semua cabang olahraga yang terdiri dari nomor jalan, lari, lompat dan lempar. Atletik juga merupakan sarana untuk pendidikan jasmani dalam upaya untuk meningkatkan daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan dan aspek lainnya.
Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa pembelajaran atletik di Sekolah Dasar adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dan pada dasarnya beratletik sudah tercermin pada kehidupan kita sehari-hari, mengingat jalan, lari, lompat dan lempar merupakan aktivitas yang kita lakukan setiap hari.
Karena pentingnya pembelajaran atletik, maka sudah sepantasnya guru Penjasorkes tidak menganaktirikan pembelajaran atletik, melainkan guru Penjasorkes harus kreatif agar pembelajaran dapat menyenangkan bagi siswa. Selama ini pembelajaran yang paling diminati dan ditunggu-tunggu siswa adalah permainan, sebaliknya pembelajaran atletik siswa kurang antusias bahkan terkesan terpaksa dalam mengikuti pembelajaran. Lebih parah lagi selalu saja ada siswa yang izin tidak mengikuti pembelajaran dengan berbagai alasan yang seolah-olah dibuat-buat agar terhindar dari pembelajaran tersebut.
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yang salah satunya adalah kurang kreatifnya guru pendidikan jasmani dalam membuat media pembelajaran yang sederhana, dan kurangnya model-model pembelajaran, sehingga proses pembelajaran kurang menarik bagi siswa.
Berdasarkan pengamatan tersebut, peneliti sebagai guru Penjasorkes bertanya-tanya dan hal itu menjadi masalah yang belum terjawab. Mengapa pembelajaran permainan lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa dibandingkan pembelajaran atletik khusunya nomor lompat dan loncat? Sejalan dengan hal tersebut, peneliti mencoba pembelajaran dengan pendekatan bermain yang diharapkan menjadi daya tarik tersendiri terhadap materi pembelajaran lompat dan loncat, sehingga siswa lebih siap dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, dengan kata lain tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai.
Berdasarkan hasil pengamatan pada kegiatan pratindakan, diketahui bahwa, minat, keaktifan, dan penguasaan gerak dasar lompat dan loncat siswa kelas V SD Negeri .... Kecamatan .... Kabupaten .... Tahun Pelajaran .... masih sangat kurang.
Berdasarkan data yang diperoleh melalui pengamatan diketahui bahwa penguasaan gerak dasar lompat dan loncat siswa hanya 31,25% atau 105 siswa dari seluruh siswa kelas V yang berjumlah 32 siswa. Kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran akan menurunkan tingkat keberhasilan siswa dalam belajar, oleh karena itu diperlukan suatu tindakan yang mampu melibatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Upaya Meningkatkan Penguasaan Gerak Dasar Lompat dan Loncat melalui Pendekatan Bermain dan Media Bantu pada Siswa Kelas V SD Negeri .... Tahun Pelajaran ..... Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri .... dikarenakan setiap pembelajaran atletik, khususnya nomor lompat dan loncat, siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran yang berorientasi pada teknik, hal itu menyebabkan siswa menjadi malas dan bosan dalam mengikuti pembelajaran.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang menjadi pokok penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimanakah meningkatkan penguasaan gerak dasar lompat dan loncat melalui pendekatan bermain dan media bantu dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas V SD Negeri .... Tahun Pelajaran .....

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan gerak dasar lompat dan loncat melalui pendekatan bermain dan media bantu pada siswa kelas V SD Negeri .... Tahun Pelajaran .....

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini untuk peningkatan penguasaan gerak dasar lompat dan loncat melalui pendekatan bermain dan media bantu pada siswa kelas V SD Negeri .... Tahun Pelajaran ..... Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat bermanfaat bagi berbagai pihak, yaitu:
1.    Bagi Guru
Melalui penelitian ini, Guru Penjasorkes dapat menerapkan strategi dan model pembelajaran yang menyenangkan dan menarik untuk meningkatkan penguasaan gerak dasar lompat dan loncat.
2.    Bagi Siswa
Melalui hasil penelitian ini, siswa yang semula tidak tertarik dan bermasalah dengan pembelajaran lompat dan loncat, menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
3.    Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan model pembelajaran dan membantu memperbaiki serta meningkatkan pembelajaran Penjasorkes di sekolah.

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Penjaskes

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Penjaskes

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 

 

 Bagi Anda guru SMP yang mengampu matapelajaran Penjaskes dan hendak menyusun penelitian tindakan kelas (PTK), kali ini kami menyajikan 30 contoh PTK Penjaskes SMP yang akan berguna untuk dijadikan rujukan.

PTK untuk mapel Penjaskes memang dibilang agak unik karena lebih melibatkan unsur kinestetik dan dilakukan lebih banyak di luar ruang.

Sebelum download atau mengunduh, pastikan Anda mempunyai program pembuka berkas pdf atau pdf viewer. Kami yakin Anda pasti sudah mempunyainya.

Contoh PTK Penjaskes SMP  yang kami sajikan berasal dari sumber yang terbuka. Anda sebenarnya dapat mengunduhnya secara langsung dari sumbernya. Akan tetapi, Anda harus berhadapan dengan ratusan judul yang dalam satu halaman tercampur antara PTK Penjaskes SD, SMP, dan SMA. Dengan membaca halaman ini berarti kami telah membantu mengefisienkan waktu Anda dengan cara membuat segmentasi PTK berdasarkan jenjang pendidikan.

Berikut adalah 30 contoh PTK Penjaskes SMP untuk rujukan Anda. Silahkan disimak!

 

PTK Penjas Atletik Lompat Jauh

PTK Penjas Atletik Lompat Jauh 
 
JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan. Pendidikan jasmani merupakan alat untuk mencapai pendidikan jasmani dan olah raga di sekolah sebelum mendapatkan format yang tepat, karena selalu menyesuaikan perubahan kurikulum. Pada kurikulum KBK (Kurikulum Bebasis Kompetensi) diharapkan dapat menggali potensi yang ada untuk dikembangkan, belum bisa dilihat hasilnya dari kurikulum KBK. Ada bentuk kurikulum baru yang disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang sekarang sedang dilaksanakan.

Proses pembelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan di sekolah dasar mengutamakan kesehatan mental dan kesegaran jasmani, untuk mencari calon atlet harus benar-benar sesuai dengan cabangnya.

Keadaan siswa SD Negeri .... pada dasarnya senang terhadap pembelajaran pendidikan jasmani dan olah raga, terutama pada cabang permainan. Pada cabang atletik, anak kurang menyenangi dengan alasan tidak menyenangkan. Karena pembelajaran atletik di SD Negeri .... kurang mendapat tanggapan yang positif dari para siswa, maka prestasi pada cabang atletik khusus pada nomor lompat jauh belum bisa optimal. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab yaitu: (1) Terbatasnya kemampuan guru pendidikan jasmani, (2) Terbatasnya alat bantu dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani.

Terbatasnya kemampuan guru pendidikan jasmani di SD akan berakibat pada proses pembelajaran yang kurang berhasil. Karena guru kurang mampu dalam melaksanakan profesinya secara profesional, dan kurang berhasil dalam mengajar dan mendidik siswa secara sistematik. Karena dalam pembelajaran pendidikan jasmani diberikan gerakan yang sistematik untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa secara menyeluruh baik fisik, mental, maupun intelektual.

Gaya yang dipakai guru dalam mengajar praktek pendidikan jasmani juga monoton, yaitu hanya menggunakan satu gaya mengajar. Sehingga situasi pembelajaran yang dirasakan oleh siswa terasa membosankan. Dan juga metode praktik ditekankan pada latihan-latihan berdasarkan perintah yang ditentukan oleh guru. Latihan-latihan tersebut tidak dilakukan sesuai inisiatif dari siswa itu sendiri. Dalam hal ini guru cenderung menggunakan pendekatan pembelajaran yang mengarah pada prestasi. Sehingga dalam prosesnya berbeda dari pembelajaran penjas itu sendiri, yaitu tujuan utama bukan proses dalam peraturan, ukuran lapangan, maupun alat. Proses pembelajaran seperti ini akan membuat siswa kurang senang untuk melaksanakannya, bahkan merasa bosan dan yang lebih fatal siswa merasa frustasi untuk melaksanakan tugas dari guru.

Pembelajaran di SD Negeri .... siswa kelas V tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan tehnik lompat jauh gaya jongkok. Sebagian besar siswa baru menguasai cara melompat. Mereka belum mampu melakukan gerakan secara keseluruhan terbukti dari hasil evaluasi, dari siswa kelas V yang berjumlah 15 anak yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan, baru 5 siswa (33,3%) yang dapat melakukan teknik lompat jauh gaya jongkok dan sisanya masih 10 siswa (66,7%) yang masih belum menguasai teknik lompat jauh gaya jongkok.

Dengan keadaan seperti ini tentu dibutuhkan penggunaan alat bantu pembelajaran sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajaran pendidikan jasmani. Guru harus mempunyai kemampuan untuk memodifikasi keterampilan yang hendak diajarkan dengan harapan sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangan siswa. Dalam hal ini guru harus kreatif, inovatif dalam menciptakan proses pembelajaran bagi siswa. Sehingga akan tercipta pembelajaran yang aktif bagi siswa dan menyenangkan tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran itu sendiri.

Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang dapat digunakan dalam hal ini adalah pendekatan pembelajaran dengan menggunakan alat bantu berupa bok kardus dan gawang aman, yaitu suatu pendekatan pembelajaran untuk membantu siswa untuk mempelajari keterampilan dasar dalam mempelajari teknik dasar lompat jauh.

Model pembelajaran dengan pendekatan alat bantu dirancang dengan teliti agar bisa mengembangkan belajar siswa dan dilakukan dengan baik dan dapat dipelajari langkah demi langkah. Alat bantu berupa bok kardus dan gawang aman dalam pelaksanaan pembelajaran diharapkan membuat siswa lebih mudah menerima materi ajar, dan dapat mengubah suasana menjadi lebih rileks dan menyenangkan bahkan siswa saling berlomba memakai dan melewati alat bantu tersebut. Hal ini akan membantu meningkatkan motivasi siswa terhadap materi lompat jauh gaya jongkok.

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka permasalahan yang menjadi pokok penelitian adalah “Bagaimanakah penggunaan alat bantu dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas V SD Negeri .... Tahun Pelajaran 2015/2016?

C.    Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok melalui penggunaan alat bantu pada siswa kelas V SD Negeri .... Tahun Ajaran 2015/2016.

D.    Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.    Bagi Guru
a.    Meningkatkan kreatifitas guru dalam membuat dan mengembangkan alat bantu pembelajaran.
b.    Bahan masukan bagi guru dalam memilih alternatif pembelajaran.
c.    Meningkatkan kualitas guru secara profesional dalam pengembangan alat bantu.

2.    Bagi Siswa
a.    Motivasi siswa untuk aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran Penjaskes, sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan.
b.    Meningkatkan minat dan kemampuan lompat jauh gaya jongkok serta mendukung prestasi.
3.    Bagi Sekolah
a.    Sebagai pedoman dan pengetahuan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
b.    Sebagai data inventaris siswa yang berprestasi dalam cabang atletik.
Baca selanjutnya BAB II pada:
Demikian Contoh PTK Penjas Atletik Lompat Jauh SD BAB I untuk Kenaikan Pangkat, semoga bermanfaat.